HUT Kemerdekaan RI Ke 76 Tahun Tiga Napi Rutan Banyumas Dapat Remisi Bebas

HUT Kemerdekaan RI Ke 76 Tahun Tiga Napi Rutan Banyumas Dapat Remisi Bebas
Saat pemberian Remisi Pada Narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan

BANYUMAS - Dalam Peringatan Kemerdekaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) 17 Agustus 2021, Rumah Tanahan Kelas II B Banyumas, memberikan pada 3 Narapidana Warga Binaan Pemasyarakat (WBP)  mendapatkan Remisi, Selasa (17/08/2021).

Selain itu ABP mendapatkan  hadiah atau hak mereka berupa potongan masa pidana atau remisi Tahun 2021. Adapun Rutan Banyumas melepas 3 orang nanrapidana terkait kasus pidana umum setelah memperoleh Remisi Umum. Selain Itu 68 orang Narapidana memperolehnya, masing - masing 1 bulan 28 orang, 2 bulan 16 orang, 3 bulan untuk 12 orang, dan 4 bulan 10 orang serta 5 bulan bagi 3 narapidana.

Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein melalui Asisten  H. Didi Rudwianto, M, Si selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra, secara simbolis Memberikan SK Remisi Bersamaan dengan Narapidana Lapas Kelas IIA Purwokerto, dan Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto di Smart Room Graha Satria yang terhubung secara Teleconference dengan Graha Bhakti Ditjenpas di Veteran 11 Jakarta. 

Kepala Rutan Banyumas, Winarso, A.Md.IP., SH.MH., saat mendampingi warga binaannya memerima SK Remisi menyampaikan bahwah Remisi ini diberikan  kepada Narapidanya yng telah berdedikasi dan menunjukan perubahan menuju lebih baik. 

"Remisi umum ini merupakan hak mereka (Warga Binaan) , apabila selama menjalani masa pidana menunjukan perilaku yang baik kepada sesama dan petugas, tidak terjadi pelanggaran indispliner maka kami usulkan remisi kepada pemerintah, melalui Sistem Database Pemasyarakatan", Ungakapnya. 

Lanjutnya, Kami juga sampaikan selamat kepada Warga Binaan yang setelah memperoleh remisi ini bisa langsung bebas dandapat berkumpul lagi dengan keluarga.

Rasim (41) WBP mengungkapkan rasa bahagianya, dia bisa kembali ke keluarga dan masyarakat setelah menjalani pidana selama 10 bulan. 

" Alhamdulillah bisa kembali kerumah dan berkumpul dengan keluarga kami, bahagia sekali dan terimakasih kepada pemerintah" Katanya.

Selain itu Pada Jajaran  Kantor Wilayah Jawa Tengah Sebanyak 7.154 orang narapidana di wilayah Jawa Tengah mendapatkan Remisi Umum Tahun 2021. Dari jumlah tersebut, 138 orang diantaranya dapat langsung menghirup udara bebas, karena setelah mendapatkan remisi, mereka terhitung  telah selesai menjalani masa pidananya. 

Secara rasio, jumlah narapidana yang mendapatkan Remisi Umum mencakup 51, 6 % dari total Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada di Lapas dan Rutan se Jawa Tengah. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A Yuspahruddin dalam Siaran Persnya menyebutkan bahwa jumlah WBP (narapidana dan tahanan) per tanggal 8 Agustus 2021 sebanyak 13.860 orang. 

Adapun jumlah remisi yang diberikan bervariasi, tergantung masa pidana yang telah dijalani. Mulai 1 bulan sampai 6 bulan. Semakin lama masa pidana yang telah dijalani, maka semakin besar remisi yang didapatkan seorang narapidana. 

Lebih rinci, narapidana yang mendapatkan remisi 1 bulan sebanyak 1646 orang, 2 bulan diberikan kepada 1399 orang, 3 bulan untuk 1806 orang, 4 bulan sebanyak 1071 orang, 5 bulan untuk 892 orang dan terakhir remisi 6 bulan diberikan kepada 340 orang. 

Dari 46 Lapas dan Rutan yang ada di Jawa Tengah, Lapas Kelas I Semarang menjadi Lapas terbanyak yang memberikan remisi (564 orang). Sementara bila dilihat dari jenis pidananya, narapidana kasus tindak pidama umum menjadi yang terbanyak mendapatkan remisi, yaitu 4.858 orang. 

Pemberian remini juga akan berdampak pada penggunaan anggaran. Dengan berkurangnya masa pidana, maka akan mengurangi anggaran untuk makan harian narapidana. Remisi Umum Tahun 2021 berhasil menghemat anggaran Kanwil Kemenkumham Jateng sebesar Rp 11.768.220.000, - 

Yuspahruddin mengatakan bahwa remisi bukanlah sekedar pengurangan masa pidana untuk memberikan keringanan kepada pelaku kejahatan. Untuk mendapatkan remisi, seorang narapidana harus memenuhi syarat administratif dan substantif.

"Remisi merupakan reward, penghargaan bagi narapidana atas segala hal positif yang telah dilakukan mereka selama menjalani masa pidana. Sebagai bentuk apresiasi atas perilaku mereka yang tidak melanggar peraturan, yang ikut dalam program pembinaan, dan tentunya remisi diberikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan", Ujarnya.

"Di sisi lain, remisi memberikan motivasi bagi narapidana untuk selalu berkelakuan baik. Plus, menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembinaan di Lapas dan Rutan, " pungkasnya.

(JiS: N.SoN/Wal***)

Jawa tengah Banyumas Rutan banyumas Kemenkumham ri
Narsono Son

Narsono Son

Previous Article

Pemdes Kalikidang Laksanakan Vaksinasi Warga...

Next Article

Polisi Tangkap WS Pemuda Warga Desa Petir...

Related Posts